Wisata Candi – Kalau bicara soal wisata candi di Indonesia, pikiran kita pasti otomatis langsung terbang ke Candi Borobudur. Gak salah, sih. Tapi tahukah kamu kalau Nusantara kita yang kaya ini masih menyimpan deretan candi megah lain yang siap bikin kamu terpana, merinding takjub, dan merasa seperti sedang masuk ke set film petualangan ala Indiana Jones?

Dari candi Hindu tertinggi yang super romantis, kompleks candi bata merah terluas di Asia Tenggara, hingga candi dengan relief eksotis di lereng gunung, yuk kita kemas ransel dan mulai petualangan seru menjelajahi candi-candi legendaris selain Borobudur!


1. Candi Prambanan (Yogyakarta – Jawa Tengah)

Kemegahan Arsitektur Hindu yang Menembus Langit

Hanya berjarak sekitar satu jam berkendara dari Borobudur, berdiri dengan gagah rival estetisnya: Candi Prambanan. Jika Borobudur adalah mahakarya Buddha yang melebar dan masif, maka Prambanan adalah representasi kejayaan Hindu yang menjulang tinggi, ramping, dan anggun menembus langit.

Kompleks candi yang dibangun pada abad ke-9 ini didedikasikan untuk Trimurti: Brahma (Pencipta), Wisnu (Pemelihara), dan Siwa (Pemusnah). Candi utamanya, Candi Siwa, berdiri setinggi 47 meter—membuat siapa pun yang berdiri di bawahnya merasa kecil namun terkesima.

Misi Seru: Datanglah saat sore hari menjelang sunset. Siluet candi-candi runcing berlatar langit senja yang berwarna keemasan dan keunguan adalah salah satu pemandangan paling romantis di dunia. Jangan lupa juga untuk menonton pertunjukan Sendratari Ramayana yang digelar di panggung terbuka dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah bermandikan lampu sorot!


2. Candi Muaro Jambi (Jambi, Sumatra)

Kota Universitas Purba Terluas di Asia Tenggara

Beralih ke pulau Sumatra, tepatnya di tepian Sungai Batanghari, Jambi. Di sini tersembunyi sebuah kompleks purbakala raksasa bernama Candi Muaro Jambi. Kompleks ini bukan sekadar tempat ibadah biasa, melainkan pusat pendidikan agama Buddha tertua dan terluas di Asia Tenggara pada masa Kerajaan Sriwijaya. Luasnya mencapai hampir 12 kilometer persegi—alias delapan kali lipat lebih luas dari Candi Borobudur!

Berbeda dengan candi-candi di Jawa yang mayoritas menggunakan batu andesit, Candi Muaro Jambi dibangun menggunakan bata merah tanpa semen yang disusun dengan teknik tingkat tinggi.

Cara Seru Menikmatinya:

Karena areanya yang super luas dan dikelilingi oleh hutan pohon duku serta kanal-kanal purba, cara terbaik untuk mengeksplorasinya adalah dengan menyewa sepeda. Kamu bisa mengayuh sepeda santai di bawah rindangnya pepohonan, melompati akar-akar pohon besar, lalu mendadak menemukan struktur candi bata merah yang eksotis bermunculan di balik rimbunnya hutan. Rasanya sangat mistis sekaligus menenangkan!


3. Candi Cetho (Karanganyar, Jawa Tengah)

Negeri di Atas Awan dan Gerbang Menuju Langit

Mau merasakan sensasi mengunjungi candi yang diselimuti kabut gunung yang magis? Pacu kendaraanmu ke lereng Gunung Lawu, tepatnya di ketinggian 1.496 meter di atas permukaan laut. Di sana, kamu akan disambut oleh Candi Cetho.

Arsitektur Candi Cetho sangat unik karena tidak terlihat seperti candi-candi Jawa Tengah pada umumnya, melainkan berupa punden berundak yang mirip dengan pura di Bali atau bahkan kuil suku Maya di Meksiko. Gerbang utamanya yang berupa gapura batu tinggi langsung menghadap ke jurang dan hamparan kebun teh di bawahnya.

Sensasi Magis:

Karena lokasinya yang tinggi, kabut tebal seringkali turun mendadak dan menyelimuti candi ini dalam hitungan detik. Saat kamu berjalan meniti anak tangga di tengah kabut dingin, melewati arca-arca kuno dan aroma dupa yang terbawa angin, kamu akan merasa seolah sedang berjalan di atas awan menuju gerbang kahyangan. Magical beneran!


4. Candi Sukuh (Karanganyar, Jawa Tengah)

Candi Paling Kontroversial dan Misterius di Nusantara

Masih di lereng Gunung Lawu dan tak jauh dari Candi Cetho, ada satu candi yang dijamin bakal bikin kamu melongo: Candi Sukuh. Candi ini sering dijuluki sebagai salah satu candi paling misterius di Indonesia karena bentuknya yang sangat menyimpang dari pakem arsitektur candi Hindu Nusantara.

Bentuk bangunan utamanya adalah trapesium yang menyerupai piramida Suku Inca di Peru. Tak hanya bentuknya yang nyentrik, Candi Sukuh juga dipenuhi dengan relief dan arca yang sangat vulgar dan blak-blakan menggambarkan unsur seksualitas serta kesuburan (lingga dan yoni).

Mengapa Ini Seru?

Para sejarawan mengagumi Candi Sukuh karena candi yang dibangun pada masa akhir runtuhnya Kerajaan Majapahit ini sarat akan simbolisme kehidupan, pelepasan kutukan (ruwat), dan kelahiran kembali. Menjelajahi relief candi ini rasanya seperti sedang memecahkan teka-teki kode rahasia masa lalu!


5. Candi Tikus & Kompleks Trowulan (Mojokerto, Jawa Timur)

Mengintip Sisa Kemewahan Ibu Kota Majapahit

Jika kamu penasaran seperti apa megahnya ibu kota Kerajaan Majapahit yang dulu berhasil menyatukan Nusantara, datanglah ke Trowulan di Mojokerto. Salah satu situs yang paling unik dan seru di sini adalah Candi Tikus.

Jangan tertipu namanya, candi ini bukan tempat pemujaan tikus! Dinamakan demikian karena saat pertama kali ditemukan di dalam tanah pada tahun 1914, tempat ini menjadi sarang tikus liar. Setelah digali, ternyata bangunan ini adalah sebuah petirtaan—tempat pemandian kerajaan dan waduk mini bawah tanah yang super mewah pada zamannya.

Daya Tarik Estetis:

Bangunan Candi Tikus dibuat menjorok ke bawah tanah, berbentuk kolam persegi dengan miniatur candi di tengahnya serta pancuran-pancuran air mini di sekelilingnya. Berdiri di tepi kolam ini sambil membayangkan para putri kerajaan Majapahit dahulu kala bersenda gurau di airnya yang jernih akan memberikan perspektif baru tentang betapa majunya peradaban nenek moyang kita.


Kesimpulan: Warisan yang Menanti untuk Dijelajahi

Indonesia adalah museum terbuka raksasa. Borobudur memang mahakarya yang mendunia, namun candi-candi lain seperti Prambanan yang menjulang, Muaro Jambi yang luas, hingga Cetho dan Sukuh yang misterius di lereng gunung, membuktikan bahwa petualangan sejarah di Nusantara tidak akan pernah ada habisnya.

Jadi, siapkan liburanmu selanjutnya, dan mulailah melangkah ke candi-candi legendaris ini untuk mendengarkan kisah-kisah batu kuno yang berbisik tentang kejayaan masa lalu! Candi mana nih yang mau kamu kunjungi duluan?